Apa itu ICANN?

Jika kita ingin mengunjungi suatu halaman yang ada di internet, kita akan mengetikkan suatu nama atau suatu angka tertentu. Nama dan angka ini harus unik sehingga kitra dapat menemukan halaman tersebut secara akurat. ICANN melakukan koordinasi dan pengoraganisasian dalam menangani nama dan nomor yang unik ini sehingga membuat suatu internet global. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ICANN silahkan mengunjungi www.icann.org .

ICANN, singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 18 September 1998 dan resmi berbadan hukum pada 30 September 1998. Organisasi yang berkantor pusat di Marina Del Rey, California ini ditujukan untuk mengawasi beberapa tugas yang terkait dengan Internet yang sebelumnya dilakukan langsung atas nama pemerintah Amerika Serikat oleh beberapa organisasi lain, terutama Internet Assigned Numbers Authority (IANA).

Secara teknis ICANN mengelola fungsi dari Internet Assigned Numbers Authority (IANA).

IANA sendiri meliputi:

  • Perancangan protokol Address and Routing Parameter Area (ARPA ) top-level domain.
  • Manajemen Internet DNS root zone untuk top-level domain.
  • Alokasi penggunaan angka di internet.

ICANN mendelegasikan pendaftaran domain kepada registrar. Registrar yang berhasil memenuhi kriteria yang ditetapkan ICANN dapat dilihat di http://www.icann.org/registrar-reports/accredited-list.html . Tidak semua reseller domain yang menjual domain merupakan registrar dari ICANN. Untuk mengetahui siapa registrar domain anda silahkan mengunjungi http://www.internic.net/whois.html .

Terkait dengan domain negara yang terdiri dari 2 huruf misalnya .id yang berarti Indonesia, ICANN juga bekerjasama dengan organisasi yang dianggap dipercaya di negeri tersebut untuk melakukan manajemen domain negara tersebut. Terkait informasi domain negara ini dapat dibaca di Resources for Country Code Managers di http://www.icann.org/en/resources/cctlds , sedangkan organisasi yang mendapat pedelegesain dari ICANN dapat di baca di Root Zone Database http://www.iana.org/domains/root/db.

Sejarah Dibentuknya ICANN

Desentralisasi dan Perang DNS

Pendekatan desentralisasi tata kelola Internet segera mulai berubah karena pemerintah dan sektor bisnis menyadari pentingnya jaringan global. Pada tahun 1994, US National Science Foundation, yang mengelola Infrastruktur kunci Internet dari Tata Kelola Internet, memutuskan untuk mensubkontrakkan pengelolaan sistem nama domain (DNS) untuk sebuah perusahaan swasta AS yang disebut Network Solutions Inc. (NSI). Hal ini tidak diterima dengan baik oleh komunitas Internet dan menyebabkan apa yang disebut perang DNS. Perang ini membawa aktor baru ke dalam ranahnya yakni organisasi internasional dan negara lainnya.

Konflik berakhir pada tahun 1998 dengan pembentukan organisasi baru yakni Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Sebuah organisasi yang berwenang membuat nama dan nomor alamat Internet (IP-Addres), dan pengenalan top-level domain generik baru (TLDs). sehingga menjadi fokus perdebatan tata kelola Internet hingga hari ini.

Apakah ICANN Sebuah Solusi ?

ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) adalah utama lembaga pemerintahan Internet global yang bertanggungjawab untuk mengelola infrastruktur Internet inti (alamat IP, nama domain, dan root server). Meningkatnya minat terhadap ICANN paralel dengan pertumbuhan yang cepat dari Internet di awal tahun 2000 dan ICANN menjadi perhatian dari kalangan kebijakan global selama proses WSIS (2002-2005). Meskipun begitu ICANN bukan aktor utama di bidang tata kelola Internet karena tidak mengatur semua aspek Internet. ICANN hanya mengelola infrastruktur Internet, tetapi tidak memiliki kewenangan langsung atas masalah tata kelola Internet lainnya, seperti cybersecurity, kebijakan konten, perlindungan hak cipta, perlindungan privasi, pemeliharaan keanekaragaman budaya, atau menjembatani kesenjangan dijital.

Dalam rangka legitimasi ICANN berusaha melibatkan pengguna Internet melalui pemilihan langsung wakil-wakil mereka untuk ICANN terutama dari pemerintahan nasional. Hakikatnya ICANN adalah lembaga multipihak yang melibatkan berbagai aktor dalam kapasitas dan peran yang berbeda yang dikelompokan menjadi 4;

  1. Aktor yang telah terlibat sejak awal ICANN didirikan yakni komunitas teknis, komunitas bisnis, dan Amerika.
  2. Organisasi-organisasi internasional, dengan peran yang paling menonjol yang dimainkan oleh ITU dan WIPO.
  3. Pemerintah Nasional yang meningkatkan minat dalam memiliki peran yang lebih besar di ICANN dimulai dengan proses WSIS.
  4. Pengguna Internet (masyarakat luas).

Proses pengambilan keputusan dalam ICANN dipengaruhi oleh proses tata kelola seperti pada awalnya yang bersifat bottom-up, transparan, terbuka, dan inklusif. ICANN digambarkan sebagai badan koordinasi teknis untuk Internet yang hanya berurusan dengan masalah teknis dan bukan aspek kebijakan publik dari Internet. Namun dikotomi antara manajemen teknis dan kebijakan sering menciptakan ketegangan dalam pengambilan keputusan di ICANN. Para pejabat ICANN dianggap bersifat teknis, misalnya Ketua pertama ICANN, Esther Dyson, menekankan bahwa: ICANN tidak bercita-cita untuk mengatasi semua masalah tata kelola Internet, hanya mengatur jaringan dan bukan manusianya. Mandat ini terbatas untuk mengelola aspek tertentu dari infrastruktur Internet pada umumnya dan DNS pada khususnya. Sementara perdebatan tentang isu-isu seperti pemblokiran konten negatif seperti perjudian online, penghinaan agama (SARA), dan pornografi anak jelas-jelas menggambarkan bahwa ICANN harus berurusan dengan aspek-aspek kebijakan publik dari masalah teknis.

Pernyataan akhir dari pertemuan NETmundial merekomendasikan bahwa diskusi lebih lanjut terkait ICANN dan IANA mengarahkan untuk menyeimbangkan hubungan antara kebijakan dan aspek operasional (teknis). Apabila terkait dengan Government (gTLD) baru akan mendorong ICANN lebih lanjut terhadap isu-isu kebijakan publik. Saat ini ICANN telah dilakukan beberapa reformasi koreksi prosedur pengambilan keputusan telah dibuat untuk mencerminkan realitas yang berubah ini semisal memperkuat Komite Penasehat Pemerintah (GAC) dan meninggalkan sistem pemilihan langsung.

Kritik kedua ikatan ICANN-USA atau Amerika, khusus bertumpu pada pertimbangan praktis dan hukum. Kritik ini jelas selama proses WSIS dan ditingkatkan oleh kecurigaan umum kebijakan luar negeri AS setelah intervensi militer di Irak. Argumen khas didasarkan pada fakta sejarah bahwa Internet telah dibuat di Amerika Serikat dengan dukungan keuangan pemerintah AS. Kemudian lokasi ICANN yang berbasis di Amerika sehingga harus mematuhi aturan hukumnya. Beberapa regulasi dapat mempengaruhi fasilitas global ICANN. Kritik peran Amerika Serikat mengutip contoh sanksi terhadap Iran dan Kuba yang memungkinkan menghapus nama domain negara untuk dua negara dari Internet karena melanggar hukum sanksi Amerika.

Pembangunan masa depan ICANN akan membutuhkan solusi inovatif, termasuk kemungkinan mengubah ICANN menjadi “sui generis” sebuah entitas luas dan terbuka untuk mengatasi tata kelola Internet global, yaitu dengan melestarikan semua keuntungan dari struktur ICANN saat ini serta memperbaiki kekurangannya, khususnya masalah akuntabilitas dan legitimasi. Contoh positif dapat ditemukan dalam mekanisme Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang telah terbukti untuk mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan dalam kerangka kebijakan internasional yang sah untuk menyeimbangkan kepentingan publik dan negara tertentu.

Sumber: http://www.proweb.co.id/articles/ict/mengenal_icann.html, https://aptika.kominfo.go.id/2016/05/icann-dan-tata-kelola-internet-global/

Leave a Reply