Cara Menambahkan Expires Headers (Browser Caching) di WordPress

Setalah Google mengumumkan tentang dampak kecepatan situs pada peringkat pencarian, tidak sedikit web developer yang sebelumnya tidak menaruh perhatian pada kecepatan situs mulai memperhatikannya sekarang. Salah satu cara untuk meningkatkan kecepatan situs iyalah dengan menambahkan Expires Headers (Browser Caching).

Apa itu Expires Headers (Browser Caching)

Expires Headers memberitahu browser apakah harus meminta file dari server atau harus mengambil dari cache browser.

Selain untuk mengurangi beban download dari server agar tidak terus-menerus men-download file yang sama ketika tidak ada modifikasi  menambahkan Expires Headers juga bertujuan untuk mengurangi jumlah permintaan HTTP untuk server.

Image credits varvy.com

 

Bagaimana Cara Menambahkan Expires Headers (Browser Caching)

Kita dapat menambahkan waktu kadaluwarsa Expires Header pada file .htaccess. Silakan backup file .htaccess kalian sebelum merubahnya.

1. Pertama-tama login ke cPanel, http://example.com/cpanel. Ganti example.com dengan domain kalian.

2. Setelah login berhasil, akan tampil halaman utama cPanel, kemudian pada bagian Files klik File Manager.

3. File .htaccess berapa pada directory public_html, setelah kalian menemukan file .htaccess, klik dan klik tombol Edit atau klik kanan pada file .htaccess dan pilih Edit.

Kalian perlu menambahkan beberapa baris kode berikut di bagian paling bawah:

#Enable the mod_expires module
ExpiresActive On
#Set expiration date to 1 month for all style sheets and images
ExpiresByType text/css “access plus 1 month”
ExpiresByType image/jpeg “access plus 1 month”
ExpiresByType image/gif “access plus 1 month”
ExpiresByType image/png “access plus 1 month”
#Set expiration date to 1 week for all HTML pages
ExpiresByType text/html “access plus 1 week”
ExpiresByType application/xhtml+xml “access plus 1 week”
# Javascript
ExpiresByType application/javascript “access plus 1 year”

Setelah kalian selesai, simpan perubahan dengan menekan tombol “Save Changes” di pojok kanan atas.

10 Platform CMS untuk Blogging Terpopuler di Dunia Tahun 2018

CMS (Content Management System) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pengeditan, dan pempublikasian konten. CMS merupakan sebuah aset penting bagi para penggunanya untuk mengelola konten pada situs web mereka secara efisien dan efektif.

Pada umumnya sebuah CMS memiliki 2 bagian kategori yaitu bagian Front-end dan Back-end. Front-end merupakan bagian dari website yang pengguna bisa dan dapat di interaksi secara lanngsung, Front-end terdiri dari HTML, CSS, dan JavaScript. Sedangkan Back-end merupakan bagian dari website yang mengatur logika dan interaksi dengan database atau server. Bahasa program Back-end terdiri dari PHP, SQL, Java, Ruby, Phython dan lainnya.

10 Platform CMS untuk Blogging Terpopuler di Dunia Tahun 2018

Tahun 2018 ini, WordPress kembali menjadi CMS untuk blogging terpopuler di dunia. Berdasarkan data dari BuiltWith, WordPress memiliki market share tertinggi yaitu 86.1% dengan 19,545,516 website aktif. Berikut ini adalah daftar 10 CMS yang terpopuler di dunia berdasarkan market share.

1. WordPress

Image source wordpress.org

WordPress adalah CMS open source yang dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. CMS ini menawarkan banyak fitur gratis untuk penggunanya seperti statistik lalu lintas, filter anti-spam, theme dan plugin dan lainnya. Dengan market share sebesar 86.1% dan 19,545,516 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan WordPress sebagai CMS untuk blogging terpopuler di dunia.

2. Blogger

Image source blogger.com

Blogger (Blogspot) adalah platform blogging gratis yang dijalankan oleh Google. CMS ini menawarkan banyak fitur untuk penggunanya, seperti antarmuka Template Designer yang memungkinkan penggunanya berkreasi sekreatif mungkin. Dengan market share sebesar 5.8% dan 732,294 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Blogger sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-2 setelah WordPress.

3. Movable Type

Image source movabletype.org

Movable Type adalah salah CMS yang dikembangkan oleh perusahaan Six Apart. Pertama kali di luncurkan ke publik pada tahun 2001, versi saat ini adalah 6.3. Dengan market share sebesar 5.1% dan 25,024 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan MovableType sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-3 setelah Blogger.

4. Ghost

Image source ghost.org

Ghost adalah platform open source yang yang didirikan pada bulan April 2013, setelah kampanye Kickstarter yang sangat sukses untuk menciptakan platform baru yang berfokus semata-mata pada publikasi profesional. Dengan market share sebesar 2.7% dan 16,023 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Ghost sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-4 setelah MovableType.

5. Tumblr 

tumblr.com

Tumblr adalah situs jejaring sosial mikroblogging dan jejaring sosial yang didirikan oleh David Karp pada tahun 2007, dan dimiliki oleh Oath Inc. Tumblr menawarkan dukungan untuk banyak aplikasi pihak ketiga seperti Google Analytics dan Feedburner. Dengan market share sebesar 0.1% dan 4,305 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan  Ghost sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-5 setelah MovableType.

6. Blog Engine

Image source francis.bio/blogengine

BlogEngine adalah platform blogging open source yang fokus pada kesederhanaan, kemudahan penggunaan dan ekstensibilitas. Dengan market share sebesar 0.1% dan 2,552 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Blog Engine sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-6 setelah Tumblr.

7. Medium

Image source medium.com

Medium adalah platform yang bersifat hosted, jadi kita tidak bisa mengunduh ataupun menjalankannya di server kita sendiri. Dengan market share kurang dari 0.1% dan 32 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Medium sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-7 setelah Blog Engine.

8. Posthaven

Image source posthaven.com

Posthaven adalah salah satu CMS yang memiliki tujuan untuk menciptakan platform blogging paling sederhana, paling dapat digunakan, paling tahan lama di dunia. Dengan market share kurang dari 0.1% dan 599 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Posthaven sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-8 setelah Medium.

9. Pagekit 

Image source pagekit.com

Pagekit adalah CMS modular dan ringan yang dibangun dengan teknologi modern. Dengan market share kurang dari 0.1% dan 1,465 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Pagekit sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-9 setelah Posthaven.

10. Svbtle

Image source svbtle.com

Svbtle adalah platform blogging yang sangat sederhana untuk mengumpulkan dan mengembangkan ide-ide dan membagikannya ke dunia. Dengan market share kurang dari 0.1% dan 626 website yang aktif menggunakan CMS ini, menjadikan Svbtle sebagai salah satu CMS untuk blogging terpopuler di dunia, tepatnya berada di posisi ke-10 setelah Pagekit.

Cara Mengatasi “Exceeds the Maximum Upload Error” pada WordPress

Tampilnya pesan error “Exceeds the Maximum Upload Error” disebabkan oleh file yang hendak di upload melebihi batasan ukuran maksimum yang diperbolehkan. Batasan ini bisa berbeda-beda, tergantung dari penyedia layanan hosting atau konfigurasi WordPress kalian.

Untuk mengatasinya kita perlu meningkatkan batas maksimum upload file yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya yaitu melalui .htaccess. Dengan menerapkan rule php_value upload_max_filesize di file .htaccess, kita bisa meningkatkan batas ukuran upload maksimal PHP.

Image credits rootear.com

Cara Mengatasi “Exceeds the Maximum Upload Error” pada WordPress

Kita akan menggunakan File Manager untuk meng-edit file .htaccess, namun kalian juga bisa menggunakan aplikasi FTP sebagai alternatif. Kalian bisa menemukan file .htaccess di dalam direktori yang sama dengan file WordPress kalian.

Setelah kalian menemukan file .htaccess, klik dan klik tombol Edit atau klik kanan pada file .htaccess dan pilih Edit.

Kalian perlu menambahkan beberapa baris kode berikut di bagian paling bawah:

php_value upload_max_filesize 128M
php_value post_max_size 128M
php_value max_execution_time 300
php_value max_input_time 300

Setelah anda selesai, simpan perubahan dengan menekan tombol “Save Changes” di pojok kanan atas.

Cara Menggunakan Perintah Query SQL untuk Melakukan Pencarian, Penggantian dan Penghapusan Data pada Database WordPress

WordPress adalah sebuah content management system (CMS) yang menggunakan PHP sebagai bahasa pemograman dan MySQL sebagai sistem manajemen databasenya. Semua informasi yang tersedia di situs yang menggunakan WordPress, seperti post data, page data, meta information, plugin settings, login information, dan lainnya disimpan di MySQL Database. Beberapa data yang tidak tersimpan di database itu hanya konten media seperti gambar, tema dan plugin, serta core files seperti index.php, wp-login.php, wp-config.php dan sebagainya.

Untuk melakukan perubahan post data yang ada di beberapa postingan, beberapa orang mungkin memilih untuk mengeditnya pada post editor secara langsung atau mengekspor seluruh data situs WordPress mereka dan mengeditnya melalui teks editor. Namun untuk mengedit ratusan atau ribuan postingan pasti sulit jika dilakukan cara tersebut, hal ini akan lebih mudah jika melakukannya dengan memanfaatkan query SQL pada database MySQL WordPress.

Image credits handybackup.net

Cara Menggunakan Perintah Query SQL untuk Melakukan Pencarian, Penggantian dan Penghapusan Data pada Database WordPress

Untuk menjalankan perintah SQL pertama-tama yang harus dilakukan adalah login ke cpanel, http://example.com/cpanel. Selanjutnya pada panel “Database” klik “phpMyAdmin”.

 

Selanjutnya akan tampil halaman phpMyAdmin dengan tab Database, SQL, Status, Export, Import dan lainnya.

 

Selanjutnya klik tab “SQL”, akan tampil box/form “Run SQL query/queries on server “localhost”:” copy-paste perintah SQL ke box tersebut, dan untuk mengeksekusinya tinggal klik tombol “Go”.


Mencari dan Mengganti Konten

Untuk mengubah kata/kalimat pada konten postingan WordPress, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

UPDATE wp_posts SET `post_content`
= REPLACE (`post_content`,
‘Is mayonnaise an Instrument’,
‘No, Patrick, mayonnaise is not an instrument’);

Perintah diatas akan mengubah kalimat “Is mayonnaise an Instrument” menjadi “No, Patrick, mayonnaise is not an instrument“.

Untuk mengubah URL pada konten postingan WordPress, , gunakan perintah query SQL dibawah ini.

UPDATE wp_posts SET `post_content`
= REPLACE (`post_content`,
‘http://example.com/’,
‘http://myexample.com/’);

Perintah diatas akan mengubah url “http://example.com/” menjadi “http://myexample.com/“.  Jika url pada postingan “http://example.com/2020/01/my-post-title” maka perintah diatas akan mengubahnya menjadi “http://myexample.com/2020/01/my-post-title”.

Untuk mengubah class element pada konten postingan WordPress, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

UPDATE wp_posts SET `post_content`
= REPLACE (`post_content`,
‘class=”oldstyle”‘,
‘class=”newstyle”‘);

Perintah diatas akan mengubah class “class=”oldstyle”” menjadi “class=”newoldstyle”“.

Untuk mengubah excerpt pada konten postingan WordPress, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

UPDATE wp_posts SET `post_excerpt`
= REPLACE (`post_excerpt`,
‘mysql’,
‘MySQL’ );

Perintah diatas akan mengubah exerpt “mysql” menjadi “MySQL“.

Untuk mengubah judul postingan WordPress, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

UPDATE wp_posts SET `post_title`
= REPLACE (`post_title`,
‘download ‘,
‘unduh ‘ );

Perintah diatas akan mengubah judul postingan “download” menjadi “unduh“. Jika judul postingan “download e-book gratis” maka judulnya akan berubah menjadi “unduh ebook gratis“.

Mencari dan Mengganti Domain Names

UPDATE wp_posts SET `post_content`
= REPLACE (`post_content`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_posts SET `post_excerpt`
= REPLACE (`post_excerpt`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_users SET `user_url`
= REPLACE (`user_url`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_users SET `user_email`
= REPLACE (`user_email`,
‘@example.com’, ‘@newexample.com’);

UPDATE wp_options SET `option_value`
= REPLACE (`option_value`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_postmeta SET `meta_value`
= REPLACE (`meta_value`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_comments SET `comment_author_url`
= REPLACE (`comment_author_url`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_posts SET `guid`
= REPLACE (`guid`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

UPDATE wp_usermeta SET `meta_value`
= REPLACE (`meta_value`,
‘www.example.com’, ‘www.newexample.com’);

Mencari dan Menghapus Komentar

Untuk menghapus komentar berdasarkan nama pemberi komentar, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

DELETE FROM `mywp_comments`
WHERE `comment_author`
= ‘Fred Smith’;


Untuk menghapus komentar berdasarkan alamat email pemberi komentar, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

DELETE FROM `mywp_comments`
WHERE `comment_author_email`
= ‘Fred Smith’;


Untuk menghapus komentar berdasarkan URL dari pemberi komentar, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

DELETE FROM `mywp_comments`
WHERE `comment_author_url`
= ‘http://example.com/’;


Untuk menghapus komentar berdasarkan alamat IP dari pemberi komentar, gunakan perintah query SQL dibawah ini.

DELETE FROM `mywp_comments`
WHERE `comment_author_IP`
= ‘12.345.678.90’;

Source: lorelle.wordpress.com